Kebudayaan Jawa dan Batak

Kebudayaan Jawa dan kebudayaan Batak.

IMG_0428 - Copy  IMG_2290

 

Apa yang terlintas dibayangan kita dengan kebudayaan Jawa? Biasanya orang melihat kebudayaan Jawa penuh dengan tata krama yang baik dan sopan, salin berhubungan dengan antara lain dengan baik, berkomuniksai secara sopan dan suara yang lembut.

namun apa yang terlindas dibayangan anda dengan kebudayaan Batak? Orang-orang yang tidak tahu tentang kebudayaan lain biasanya beranggapan bahwa kebudayaan batak itu “KERAS”.berkomunikasi dengan tidak lembut, atau tata krama yang kurang baik.

Namun apakah itu semua benar? tentu tidak… jelas katakan don’t judge someone by cover seperti yang saya tuliskan pada artikel sebelumnya. Banyak juga kebaikkan dari kebudayaan batak dan kebudayaan jawa pun tidak kalah baiknya

Orang tua saya memiliki perbedaan buday yang sangat jauh. yaitu Ibu saya Batak dan bapak saya jawa. sering terjadi konflik antara mereka. dari masalah kecil hingga masalah besar. namun saya tidak bisa menceritakan masalah tersebut demi nama baik keluarga saya. Namun, saya menyimpulkan dari masalah-masalah tersebut berasal perbedaan kebudayaan.

Dari masalah-masalah tersebut saya berpikir: “Jangan selalu merasa diri kita paling benar”.

Kebenaran buat sebagian orang, bisa saja kesalahan buat sebagian orang lain.  Sekali lagi penilaian “kebenaran” sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut, budaya, adat-istiadat, pendidikan, pengetahuan,  pengharapan, dll.

Kebenaran merupakan sebuah persepsi. Persepsi bukanlah fakta. Jika diibaratkan Persepsi adalah sebuah peta dan fakta adalah wilayah (contoh Jabotabek) yang sebenarnya, maka sebaik apapun peta itu dibuat menyerupai wilayah(jabotabek)-nya, peta tetaplah peta … tidak akan pernah menggantikan wilayahnya.  Jadi persepsi tentang “kebenaran” tidak akan pernah sesuai dengan kebenaran yang hakiki, karena kebenaran yang hakiki hanyalah milik Tuhan maha pencipta.

Dengan memahami prinsip ini, maka pikiran kita akan :

– lebih terbuka menerima sudut pandang orang lain

– lebih dapat menerima kritikan

– lebih sabar menghadapi perbedaan pendapat

– lebih efektif dan produktif dalam berdiskusi

– lebih bisa berfikir inovatif dan kreatif

sehingga kita lebih bisa maju ke depan dan terus meningkatkan diri.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s